06 Mei 2013

KISAH MENJELANG MAGHRIB

Kisah menjelang Maghrib
Sambil menunggu waktu Maghrib, aku iseng saja membuka BB. Ternyata ada teman yang update status. Isinya mengabarkan bahwa dirinya sedang ada di sebuah pusat perbelanjaan, sedang belanja untuk keperluan bulanan. Aku jadi ingat masa kecilku saat di kampung. Dulu ketika menjelang Maghrib, dipastikan kami (aku dan saudara-saudaraku) ada di rumah atau di Mesjid. Pernah karena keasyikan main bola, kami sampai di rumah pas Maghrib. Alhasil, bapakku memarahi kami. Katanya menjelang Maghrib banyak jin yang sedang berkeliaran, jadi kami harus di rumah jika tidak ke Mesjid. Kami menurut saja, karena takut dimarahi.

Sampai aku kelas 5 SD, kalau ga salah ingat. Ada kejadian yang membuatku percaya, bahwa menjelang Maghrib memang banyak jin yang sedang berkeliaran. Ceritanya, saat itu ada kedua tetanggaku memiliki masing-masing anak perempuan berusia 4 tahunan. Sebut saja namanya Gadis dan Bunga. Biasanya mereka berdua main bersama di depan rumah. Suatu hari, kedua orangtuanya mencari-cari keberadaan Gadis dan Bunga, karena sudah masuk waktu Maghrib, tetapi mereka berdua tidak berada di rumah. Orangtuanya sudah mulai panik, karena selepas Maghrib, kedua anak tersebut belum juga ditemukan. Baru menjelang Isya, ada tetangga agak jauh, beda RT, mengantarkan kedua anak itu. Sebut saja namanya pak Sholeh. Dari penuturan pak Sholeh, didapatkan cerita yang membuat bulu kuduk merinding. Pak Sholeh menemukan kedua anak tersebut, saat pulang dari Mesjid setelah menunaikan shalat Maghrib berjama'ah. Ternyata, Gadis dan Bunga, ditemukan sedang duduk di depan pintu masuk pemakaman umum desa.

Antara Mesjid dan pemakaman memang hanya berjarak sekitar 100 meter. Saat ditemukan, Gadis dan Bunga hanya diam seribu bahasa. Ditanya kenapa ada disitu? Pergi sama siapa?  Sama sekali tidak dijawab. Akhirnya kedua anak itu dibawa pulang kerumah pak Sholeh. Setelah diberi minum air putih dan dibacakan doa-doa, barulah keduanya mau sedikit membuka suara. Menurut pengakuan Gadis dan Bunga, saat mereka main di depan rumah, ada seorang wanita yang sudah agak tua lewat. Wanita itu mengajak pergi ke rumahnya dan menjanjikan akan memberi makanan dan mainan. Mereka mengikuti wanita tua dengan berjalan kaki. Menurut kedua anak tersebut, mereka sudah sampai di depan sebuah rumah yang bagus dan indah. Keduanya disuruh menunggu di depan teras rumah tersebut, sementara si wanita tua masuk ke rumahnya. Saat menunggu itulah, pak Sholeh datang menghampiri keduanya, dan tanpa disadari oleh keduanya, rumah yang bagus tersebut sudah menghilang. Aneh tapi itu kisah nyata yang terjadi di kampungku saat aku kecil. Mungkin sahabat bertanya, "masa ga ada orang yang tau saat kedua anak itu dibawa pergi dengan berjalan kaki?" Ya, itulah anehnya, karena tau-tau kedua anak itu memang terlihat oleh pak Sholeh sudah berada di pintu masuk pemakaman umum. Kalo orang kampungku dulu bilang, itu namanya "keselong" alias dibawa pergi sama Jin. Pernah dengar kisah semacam itu di daerah sahabat? Kalo zaman sekarang kayaknya sudah ga terdengar kisah semacam itu ya?

Sahabat boleh percaya boleh tidak. Hanya sebagai orang muslim kita harus percaya bahwa keberadaan jin itu pasti adanya. Bahkan Kanjeng Nabi memberikan nasihat kepada kita agar kita memperhatikan keberadaan anak-anak kita menjelang waktu Maghrib. Kanjeng Nabi bersabda, "Jika malam menjelang atau kamu masuk pada sore hari, tahanlah anak anak kecil kamu. Karena setan bertebaran pada waktu itu, dan Apabila malam telah terlewati sesaat, maka biarkanlah mereka, Kuncilah pintu-pintu dan sebut nama Allah (membaca: Bismillaah), karena Sesungguhnya setan tidak membuka pintu yang terkunci. Tutuplah tempat tempat air kalian ( qirbah) dan sebutlah nama Allah. Tutuplah bejana bejana kalian dan sebutlah nama Allah, meskipun kalian meletakan sesuatu yang melintang diatasnya. Dan padamkan lampu-lampumu kalian.” [288] Hadits Riwayat Al-Bukhari dengan Fathul Bari 10/88, Muslim 3/1595. Dalam sebuah artikel yang pernah kubaca, pergeseran dari waktu selepas ashar menuju menjelang Maghrib biasanya ditandai dengan pancaran warna merah. Saat-saat inilah, frekuensi alam mempunyai frekuensi yang hampir sama dengan dunia jin. Saat-saat ini juga menjadi waktu yang terlarang untuk mengerjakan Shalat. Makanya tidak ada shalat sunnah ba'da Ashar.

Sahabat...tulisan ini hanya untuk mengingatkan diriku dan juga semoga berkenan untuk sahabat terutama yang memiliki anak kecil, agar benar-benar memperhatikan keberadaan mereka. Jika tidak ada keperluan, lebih baik di rumah atau mengajak anak menunaikan shalat Maghrib di Mesjid. Jika sedang dalam perjalanan, lebih baik berhenti dulu dan menunaikan shalat Maghrib, sambil menunggu waktu Maghrib lewat. Jika sahabat mengingkari dan berkata," mana ada sekarang Jin? mana ada kuburan yang sekarang angker?" Memang bisa jadi, sekarang kuburan bukan lagi tempat yang terlihat angker seperti kuburan di kampungku dulu, karena sekarang orang berlomba-lomba membangun kuburan dan memperindahnya. Mungkin saja sekarang jin-nya juga suka jalan-jalan menjelang Maghrib ke pusat-pusat perbelanjaan, karena di waktu-waktu itu pusat-pusat perbelanjaan malah ramai. Bagaimana menurut sahabat?

#Gambar dipinjam dari sini.

36 komentar :

  1. emang gan di kampung mah sering kejadian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, semoga kita sbg ortu lbh berhati-hati dan memperhatikan anak-anak kita...

      Hapus
  2. Berada di luar rumah saat maghrib memang membuat hati gelisah. Saya pribadi tdk suka maghrib di luar rumah. Kepada anak2 juga sy tekankan bahwa waktu sholat maghrib yang hanya sebentar itu tak boleh ditinggalkan (juga sholat2 yg lain tentunya). Kalaupun terpaksa masih belum bisa pulang, harus tetap melaksanakan ibadah sholat maghrib di manapun yg bisa.
    Tidak bisa hanya meminta dan melarang anak melakukan, kita hrs mencontohkan. Seandainya terpaksa blm bisa sampai di rumah, saya akan menghubungi anak2 dan meminta maaf atas keterlambatan plg ke rumah dan sebab2nya.

    Salam, mas Anton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali mbak Niken, apalagi kalo saat Maghrib kita masih berkendara, lebih baik memang berhenti dl menunaikan shalat Maghrib. Semoga kita bisa memberikan contoh yg baik buat anak-anak ya mbak...
      -̶̶-̶̶̸ϟ̸thankyou̸ϟ̸-̶̶-̶

      Hapus
  3. kalau saya masih percaya Mas dan masih sering mendengar kejadian-kejadian semacam ini di sekitar. dulu bahkan ada teman sekelas di kampus yang kerasukan sampe mau di bawa pergi sama jin yang ngerasukin dia. hiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya men, saat kuliah pun aku punya temen satu daerah, sering bgt kerasukan, tapi alhamdulillah sejak menjadi mualaf dan konsisten menjalankan shalat dan puasa, dianya sudah tdk pernah kerasukan lagi...

      Hapus
  4. Pandai mengatur waktu, tentu jauh sebelum waktu sholat kita sudah bisa memperkirakan dimana kita menjalankan shalat tepat waktu. Tentu ini membutuhkan keshalihan diri yang baik, sehingga ketika kita sudah terbiasa, maka kita tidak mungkin berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, seperti temannya Kang Anton yang ada di mall saat shalat maghrib.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar pak Ies...seharusnya kita memang bisa memperkirakan waktunya. Sungguh disayangkan karena sahabatku itu justru pergi ke Mall menjelang Maghrib dan membawa anaknya yg masih balita...semoga saja hal ini tidak menjadi kebiasaan dan hanya dilakukan karena dalam keadaan yang sangat terpaksa...

      Hapus
  5. ceritanya kayak ane dulu waktu masih kecil. Gara-gara keasyikan main bola, lupa sholat ashar. Pulang waktu magrib. Kena semprot bapakku ane sob.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe..tandanya Bapak masih sayang sama kita sob, masih diingatkan utk shalat...

      Hapus
  6. iya kita harus pandai-[andai mengatur waktu, kapan bepergian kapan pulangnya.
    sejauh ini belum pernah waktu maghrib masih di jalan. kecuali menempuh perjalanan yan sangat jauh, seperti pernah kebogor. waktu maghrib kami masih dijalan. rasanya tidak nyaman sekali melihat manusia berkeliaran di waktu maghrib.


    anak-anak kalau habis mandi sore tak di izinkan lagi keluar rumah, kecuali untuk shalat kemushalla untuk anak laki-laki..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Ummu...memang sangat tdk nyaman saat Maghrib di luar rumah, aku pun berusaha membiasakan anak2 didlm rumah, menjelang Maghrib dan sesudahnya...Semoga saja sahabat yang lain juga tdk menggampangkan masalah ini..

      Hapus
  7. Saya setuju, magrib itu harus di rumah. Tapi kalaupun dalam perjalanan kita harus sempatkan sholat. :D

    Saya pernah sholat magrib di padang pasir Mas, aura mistis sangat terasaaaa, kami sadar kami kesorean tapi alhamdulillah kami sekeluraga dan teman2 berdoa terus malah akhirnya sholat berjamaah di tengah jalan yang padang psir itu .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow pengalaman spiritual yg pasti berkesan ya bu Hana, merasakan spt yg dirasakan Kanjeng Nabi dan para sahabatnya, shalat di padang pasir. Aku blm pernah, tp kalo di gunung yg jauh dari peradaban manusia, pernah, saat dulu mendaki...dan rasanya memang berbeda, serasa lbh dekat kepada-NYA...

      Hapus
  8. percaya atau tidak, magrib memang memounyai daya magis tersendiri...saya juga selalau mengingatkan anak saya jika tidur siang belum bangun bangun jika menjelang magrib

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, waktu menjelang maghrib memang memiliki daya magis tersendiri, sesuai dg sabda Kanjeng Nabi spt diatas, dan tidur menjelang maghrib juga tidak bagus, ditinjau dari segi agama maupun kesehatan...

      Hapus
  9. aku juga pernah pas maghrb masih di mall. tapi hati ini resah makanya langsung taya pak sapam dimana mushollanya.. kalo udah sholat maghib gitu udah deh plong rasanya.. soalnya isya itu khan waktunya lamaaa hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resah dlm keadaan spt itu tandanya mas Ndop msh memiliki hati yg baik hehehe...sebenarnya kalo memang keperluannya sangat mendesak ya ga pa2 ke mall, masalahnya terkadang lupa dan melupakan shalat hehehe

      Hapus
  10. Di pusat perbelanjaan yang ramai orang dengan lampu terang, saya percaya juga ada jin yang berkeliaran di situ.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya pak ustadz Akhmad...aku juga percaya (.̮)‎​​ђёéђё

      Hapus
  11. Aku punya teman yg bs melihat mereka, setiap saat... Dan iya, kata temanku, makhluk itu bnyk di waktu maghrib... Wallahu'alam..

    Tapi memang sebaiknya ndak berada di luar rumah atau masjid ya, kan maghrib waktu yg singkat utk sholat :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak Thia, waktu menjelang maghrib memang menjadi waktunya makhluk itu berkeliaran..

      Hapus
  12. Hal ghaib adalah nyata dan bisa dibuktikan keberadaanya mas bro, saya termasuk orang yang suka hal supranatural.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang, aku juga percaya hal ghaib, tapi Ъќ mempelajarinya secara khusus (.̮)‎​​ђёéђё

      Hapus
  13. Balasan
    1. -̶̶-̶̶̸ϟ̸thankyou̸ϟ̸-̶̶-̶ bang Muklason

      Hapus
  14. ampe sekarang pun saya ngeri kalo menjelang maghrib masih di luar rumah. beda hawanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menjelang maghrib aura mistisnya memang lebih terasa ya mbak...

      Hapus
  15. wuaaa, jadi inget masa kecil nih. di jawa namanya sandekala, kalo di sunda pa ya, dame lupa. hihi.

    iya, sepakat banget sama mas anton, mending jangan kluyuran pas maghrib. ga baik. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo di Sunda mah sanekala, ga beda jauh kok sm di Jawa, cuma beda "d" doank hehehe

      Hapus
  16. Iya bener.
    Kata pembimbing'ku juga bilang kalau udah masuk waktu magrib segala pekerjaan harus dihentikan. Yang d'lakukan pasa saat magrib paling benar yaitu solat. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kang Sofyan, saat udah masuk waktu Maghrib, sebaiknya segala pekerjaan dihentikan dan bersegera untuk Shalat...

      Hapus
  17. Aku percaya,,,sekarang aja ada 2 anak gadis yang hilang udah hampir satu minggu.
    Sekarang masih di cari* katanya sich keselong.

    BalasHapus
  18. Haha, sampean waktu kecil kayak aku mas, bal - bal an sampai maghrib, pulang2 dimarahin sama Bapak.

    Bener itu mas, jinnya sekarang berkeliaran di mall :-D

    BalasHapus
  19. kalo saya mas peringatan dari ortu sih cuma jangan bermain pisau ketika sere telah menjelang. multi tafsir sih tp yang saya tangkap jangan mendekati berkeliaran. hehehe

    BalasHapus
  20. Ga tau mimpi atau bukan, di tengah tidur, saya pernah merasa berada di alam yang saya duga alam jin (beberapa kali), keadaan di sana itu ga ada siang malam, tapi kayak maghrib gitu, tepatnya kayak maghrib pas agak mendung, redup. Apa mungkin mereka bisa "hangout" ke alam manusia ketika maghrib, karena keadaan magrib manusia dan dunia mereka memiliki frekuensi yang sama? Wallahum 'alam

    BalasHapus