بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

PENTINGNYA SIKAP TELITI DAN HATI-HATI

Alhamdulillah masih diberikan semangat untuk belajar menulis. Tak terasa sudah 20 hari blog ini tidak diupdate. Awalnya sih, niatnya minimal seminggu sekali update..hehe. Kenyataannya persoalan keseharian terutama di kantor yang sangat sulit diajak kompromi. Persoalan yang terlihat sepele tetapi berdampak besar. Semoga ini menjadi pelajaran dan dapat diambil hikmahnya. Baiklah, apapun itu laporan keuangan Semester 1 dan review-nya sudah selesai dilaksanakan. Walaupun masih ada beberapa catatan yang harus diperhatikan. Beberapa catatan itu akan aku share disini, karena aku pikir akan bermanfaat tidak hanya dalam penyusunan laporan keuangan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa catatan itu berkaitan dengan sikap dan kecenderungan yang ada dalam diri kita sebagai manusia. Sudah menjadi kecenderungan manusia, bersikap tergesa-gesa dan ceroboh. "...dan manusia itu cenderung bersifat tergesa-gesa." (Q.S. Al Isra'; 11). Entah karena ingin pekerjaan cepat selesai atau kah karena merasa sudah ahli dalam pekerjaannya. Yang jelas, ketelitian sangat diperlukan dalam segala hal. Ketelitian adalah pangkal dari keselamatan dan kebenaran. Sementara ketergesa-gesaan dan kecerobohan merupakan pangkal kesalahan dan kesengsaraan. Hal ini sudah terbukti dalam banyak hal. Sebagai contoh, penyusunan laporan keuangan walaupun dihasilkan dari aplikasi/software tetapi karena kurang teliti dan tergesa-gesa, akhirnya harus diperbaiki dan direview ulang. Persoalannya sepele, hanya lupa menjurnal balik salah satu akun dan lupa posting. Beberapa minggu sebelumnya, ketidaktelitian juga terjadi di bagian kasir. Saat uang pendapatan disetorkan ke Bank, ternyata ada satu lembar pecahan Rp. 50.000,- palsu, padahal di bagian kasir sudah disediakan alat pendeteksi uang. 

Tau khan bedanya?
Contoh yang lain, dialami oleh istriku dan teman-temannya yang beberapa waktu lalu ikut ujian, untuk kuliah mengambil profesi perawat (ners.). Sebelumnya sudah ada info dari Dekan bahwa calon mahasiswa dari perawat Rumah Sakit H lulus ujian semua, tetapi kenyataannya pas tadi pagi dilihat di website, eh tidak ada yang lulus. Aneh bin Ajaib. Ternyata ada info susulan bahwa telah terjadi kesalahan dari Programer. Informasi kelulusan akan diumumkan kembali siang harinya dan ternyataaaa istriku lulus...

Dalam kehidupan sehari-hari pun demikian. Hendaknya kita dapat bersikap teliti dan hati-hati agar sesuai dengan nilai-nilai moral yang berlaku dan tidak menyimpang dari kebenaran. Oleh karena itu, Kanjeng Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada kita agar cek dan ricek (tabayun) ketika mendengar atau menerima berita yang belum jelas kebenarannya, agar terhindar dari fitnah, musibah atau prasangka yang tidak sepatutnya. "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu". (Q.S. Al Hujurat; 6).

Ketidaktelitian biasanya terjadi jika seseorang lebih mengedepankan hawa nafsu, kepentingan pribadi dan cara berpikirnya yang subjektif. Yuk, sudah saatnya kita belajar teliti agar tidak mudah terkena fitnah sekaligus tidak mudah memfitnah orang lain. Apalagi kondisi politik di negeri ini menjelang 2014, rawan dengan beredarnya berita dan informasi yang kabur, sesat dan menyesatkan. Lebih baik dari sekarang belajar teliti dan berhati-hati sebelum amal perbuatan kita diteliti kelak di hari perhitungan.

33 komentar :

  1. Tulisan yang mengajak untuk bermawas diri. Kita memang tak bisa selalu menyalahkan orang lain atas masalah yang kita alami. Yuuk aah, berhati-hati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuukk..lebih baik teliti dan berhati-hati sedari awal ya mbak Niken, daripada terjadi hal-hal yang merepotkan kita di belakang hari...

      Hapus
  2. Kondisi dewasa ini memang memprihatinkan Kang. Banyak orang pinter dan minteri dan yang ngerti sangat sedikit. Kehati-hatian dalam banyak hal memang sangat dibutuhkan, namun semua perlu dilandasi dengan berbaik sangka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju itu pak, kehati-hatian sangat diperlukan tapi tetap dilandasi dg khusnudzon, berbaik sangka. Jangan malah karena terlalu hati-hati malah kesannya mencurigai dan tidak percaya, bisa2 malah timbul fitnah yang lain, yg pada akhirnya meretakkan silaturahim...

      Hapus
  3. bagaimana pun juga namanya alat bikinan manusia pastinya kan juga ada kelemahannya, yang terpentingkan belajar dari kesalahan untuk kedepan lebih baik, dan tentunya juga bisa lebih berhati2 untuk tidak terburu2 dalam melakukan sesuatu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas..menjadi pelajaran agar ke depannya lebih baik dan lebih berhati-hati...

      Hapus
  4. kalau dipikir Rasul itu konsep-konsepnya emang segala jaman Kang.. di artikel ini sampean nulis sesuatu yang kalau istilah sekarang disebut cek and ricek.. Kalau di pencinta alam adapula konsep menanam pohon yang nilainya bisa jadi ibadah buat kita, kalau sekarang istilah kerennya konservasi.. Beda istilah tapi sama arti.

    met sahur kang.. awas uang palsu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haqul yakin ya kang Lozz...konsep2 Kanjeng Rasul yang tentu saja bersumber dari Al Qur'an memang tidak akan pernah lekang oleh zaman...selalu up to date, tidak kadaluarsa haha...btw sahur sama apa kang? Aku sahur sama gudeg + ikan goreng...

      Hapus
  5. sikap teliti dan hati2, sebaliknya saya orang yang ceroboh mas, sampai sekarnag belum berhasil menutupi kelemahan itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga apa2 mas...kalo kita sudah mengetahui kelemahan kita, tentu akan lebih mudah utk belajar menutupi dan memperbaiki kelemahan itu .. (.̮)‎​​ђёéђё

      Hapus
  6. kehati-hatian dan tentunya berdoa sblm melakukan suatu pekerjaan..

    salam kenal sobat !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sob...berdoa agar pekerjaan mendptkan berkah. Salam kenal kembali sob..

      Hapus
  7. pada dasarnya manusia itu sifat-nya terburu-buru, namun bukan karena alasan itu sehingga kita membiarkan kecerobohan menguasai diri kita, seharusnya hal itu membuat kita bisa bersikap lebih hati-hati dan mawas diri dalam mengerjakan sesuatu...agar tak ada penyesalan dikemudian hari...salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju pak Hari (.̮)‎​​ђёéђё ...salam kembali

      Hapus
  8. wah kebayang deh pas namanya gak ada di daftar kelulusan, pasti deg2an n pasrah :D .. Trus pas terjadi kesalahan langsung plonggg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe..gak terlalu bdeg2an sih mas, soalnya sebagian calon mahasiswanya berasal dari RS dimana istriku bekerja, masa iya gak ada yang lulus? Ntar jadi kurang donk mahasiswanya hehe

      Hapus
  9. Jadi mengingatkan, bener sekali, tergesa-gesa menjadikan tidak teliti, hasilnyapun negatif, bberapakali saya alami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah2an ke depannya kita jadi lebih teliti dan hati2 ya mas...Tks

      Hapus
  10. #plak
    sedikit tamparan buatku nih yg sering gak teliti dan selalu terburu2
    makasi mas artikelnya (jempol)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi kembali mas Miko..hehehe

      Hapus
  11. sing eleng tur waspodo jarene wong jowo mas ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggih mas..leres sanget niku hehe...

      Hapus
  12. ya, kanjeng nabi muhammad sj udah pernah memerintahkan untuk teliti dan hati, apalagi soal berita yg banyak bermunculan di sana sini. mesti teliti, biar gak terprovokasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sipp mas...teliti biar gak terprovokasi, bisa jadi slogan baru nih hehe...

      Hapus
  13. Kadang keidak elitian timbul karena serius berlebihan. Segala sesuatu yg berlebihan itu gak bagus, sama halnya dengan kekurangan. Yg bagus itu pas. Seriusnya pas. Jadi pikran optimal.

    Orang puinter kalau pas ujian tegang ya bisa aja gak lulus. Soalnya pikuiran ngeblank. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...bener itu mas, dalam beberapa hal memang lebih baik bersikap pertengahan, pas, tidak berlebih-lebihan...Makanya dulu pas msh sekolah, mlm ujian biasanya aku malah tidur lebih awal, biar paginya lbh fresh hehe...

      Hapus
  14. ini bener banget nih Mas. Apalagi kalau dalam mengambil keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya men..teliti dan berhati-hati dalam mengambil keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, tetapi juga jangan terkesan lambat dan takut-takut...hehe

      Hapus
  15. bener mas.. sy juga kadang2 kurang teliti dalam menghadapi permasalahan, juga saat2 itung duit antara catatan dg riilnya beda ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mudah2an ke depannya kita bisa lebih teliti ya mas, apalagi kalo kita mempunyai tanggung jawab mengelola uang..hehe

      Hapus
  16. kalau nggak hati-hati dan teliti, nanti bisa kesandung toh.

    BalasHapus